; Tribrata Lamongan | Portal Resmi Polres Lamongan

Kapolres Lamongan Rilis Ungkap Kasus Kepemilikan Senjata Api Rakitan Ilegal

og:image

Tim Jaka Tingkir Polres Lamongan berhasil menangkap 2 (dua) warga yang kedapatan memiliki Senjata Api rakitan alias illegal. Kapolres Lamongan AKBP FEBY D.P. HUTAGALUNG, S.I.K., M.H. menggelar Press Rilis ungkap kasus kepemilikan senjata api illegal dengan didampingi oleh Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Wahyu Norman Hidayat, S.H., S.I.K. dan Kasubag Humas AKP Djoko Bisono, S.H., di Ruang Lobby Sat Reskrim Polres Lamongan jumat siang,

Modus Operandi Tersangka GUNAWAN Bin RAUN diduga menyimpan senjata api laras panjang rakitan serta 7 amunisi dengan kaliber 5.56mm yang masih aktif dan 5 buah proyektil serta 271 selongsong peluru kaliber 5.56mm dan 37 selongsong  peluru kaliber 3.08 mm serta 6 selongsong peluru ukuran 7.62mm dimana senjata api laras panjang tersebut telah sempat digunakan oleh tersangka untuk berburu babi hutan dan amunisi yang digunakan oleh GUNAWAN sebanyak 8 amunisi dengan kaliber 5,56mm.
Setelah didapat keterangan GUNAWAN bahwa sebelumnya telah meminjam senjata api laras panjang tersebut dari Tersangka yang bernama WARIDI Bin (Alm) RAKIM dimana senjata api laras panjang tersebut dibeli oleh Tersangka WARIDI dari seseorang yang bernama BGS alias ATROP (DPO) 25 Thn Swasta (Bengkel), Kec. Balonggpanggang Kab. Gresik / Ds. Mbangsri Kec. Balongpanggang Kab. Gresik senilai Rp.3.000.000,- (tiga juta rupiah) dan sebagai perantara dalam jual beli senjata api laras panjang rakitan tersebut adalah tersangka GUNAWAN Bin RAUN.

Barang bukti yang berhasil diamankan / disita adalah sebagai berikut :
a. 1 (satu) pucuk senjata api laras panjang rakitan.
b. 7 (tujuh) amunisi dengan kaliber 5,56mm
c. 5 (lima) buah proyektil
d. 271 (dua ratus tujuh puluh satu) selongsong peluru kaliber 5.56mm
e. 37 (tiga puluh tujuh) selongsong peluru kaliber 3.08mm
f. 6 (enam) selongsong peluru ukuran 7.62mm
g. 2 (dua) alat pembersih senapan

Sementara Pasal yang disangkakan adalah Barang siapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat menerima, mencoba memperoleh menyerahkan atau menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan mengangkut menyembunyikan mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No. 12 tahun 1951. “ Tersangka kita kenakan pasal 1 ayat 1 UU Darurat dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.” Jelas Kapolres Lamongan.

TAGS : Tidak ada Tag

BACA JUGA

Berita yang disarankan

    Tidak ada Berita Terkait