; Tribrata Lamongan | Portal Resmi Polres Lamongan

POLRES LAMONGAN UNGKAP KASUS PENJUAL MIRAS OPLOSAN YANG MENGAKIBATKAN ORANG MENINGGAL

og:image

Lamongan, Jum'at 13/12/ 2019 tribratanewspolreslamongan.com - Bertempat di loby Satreskrim Polres Lamongan telah dilaksanakan pers release kasus penjualan dan konsumsi miras yang mengakibatkan orang meninggal dunia yang dipimpin langsung oleh Kapolres Lamongan AKBP FEBY D.P. HUTAGALUNG, S.I.K., M.H. Yang didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Wahyu Norman Hidayat, S.H., S.I.K., , Kasubag Humas AKP Djoko Bisono, S.H. Dan anggota penyidik Sat Reskrim Polres Lamongan.

 

Berdasarkan Laporan Polisi pada tanggal 11 Desember 2019 Perkara / Kasus , Barang siapa menjual, menawarkan, menerimakan atau membagi - bagikan barang, sedang diketahuinya bahwa barang itu berbahaya bagi jiwa atau kesehatan orang dan sifat yang berbahaya itu didiamkannya, atau Setiap orang yang memproduksi dan memperdagangkan pangan yang dengan sengaja tidak memenuhi standart keamanan pangan atau jika perbuatan tersebut mengakibatkan luka berat atau membayakan nyawa orang atau menyebabkan kematian orang

 

Penangkapan dilakukan oleh Polres Lamongan setelah seorang peminum meninggal dunia dan 2 lainnya harus dirawat di RS ketika sedang berpesta miras.

 

Dua tersangka yang ditangkap Polres Lamongan bernama Muhammad Soeharto (54) sebagai penjual miras oplosan dan Suwandi (56) sebagai pemasok miras.

 

Barang bukti yang berhasil diamankan Polres Lamongan adalah 1 (satu) botol berisi sisa minuman keras oplosan yg belum diminum, 48 (empat puluh delapan) botol minuman keras jenis arak kemasan 1,5 liter, 96 (sembilan puluh enam) botol minuman bir hitam merk GUINESS.

,224 (dua ratus dua puluh empat) botol minuman bir putih merk BINTANG dan 60 (enam puluh) botol minuman suplement Merk M-150

 

Menurut Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung, dua tersangka dijerat pasal 204 ayat 1 KUHP atau pasal 140 Jo pasal 146 UU RI no 18 tahun 2012.

 

"Tentang pangan, ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara," Ujar AKBP Feby.

 

Mereka ini menjual, menawarkan, menerimakan atau membagi - bagikan barang, sedang diketahui bahwa barang itu berbahaya bagi jiwa atau kesehatan orang.

TAGS : Tidak ada Tag

BACA JUGA

Berita yang disarankan

    Tidak ada Berita Terkait